Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Syarat Mudah Membuka Rekening Bank Mandiri Syariah

 Salah satu bank syariah di Indonesia adalah Mandiri Syariah. Namun, bank tersebut sudah bergabung menjadi Bank Syariah Indonesia, bersama dengan bank syariah BUMN lainnya. Meski demikian, calon nasabah tetap bisa membuka rekening, sepanjang melengkapi syarat membuka rekening mandiri Syariah. Hanya saja, rekening akan berada di bawah pengelolaan Bank Syariah Indonesia.

Syarat Membuka Rekening Mandiri Syariah dengan Mudah

Lima (5) Syarat Membuka Rekening Mandiri Syariah dengan Mudah

1. Dokumen Pribadi

Salah satu syarat membuka rekening mandiri Syariah yang juga diberlakukan di BSI adalah kelengkapan dokumen. Rekening tabungan dapat dibuka oleh warga negara asli Indonesia maupun asing, sepanjang memiliki identitas yang legal dan masih berlaku ketika akan membuka rekening. Identitas tersebut adalah KTP serta NPWP.

Sementara untuk warga negara asing, jika ingin membuka rekening di bank harus menyiapkan izin tinggal untuk WNA yang Bernama KITAS. Bagi warga negara asing yang sudah menetap di Indonesia, maka zia tinggalnya bernama KIM. Di samping KITAS dan KIM, diperlukan juga paspor sebagai kelengkapan identitas.

2. Mengisi Formulir

Jika semua dokumen dan uang sudah disiapkan, maka calon nasabah bisa menemui bagian customer service untuk membuka tabungan. Di sana, nasabah akan menerima formulir pembukaan rekening yang harus diisi lengkap dan sesuai dengan dokumen. Formulir tersebut juga menjadi landasan legal bahwa nasabah menyetujui semua ketentuan yang berlaku di bank tersebut terkait dengan tabungan.

Beberapa kolom yang diminta untuk diisi pada formulir pembukaan rekening, selain identitas, adalah sumber dana tabungan. Hal ini merupakan salah satu informasi yang harus digali dan dipenuhi, guna menerapkan kehati-hatian oleh bank terhadap pelaku kejahatan money laundering.

3. Menentukan Jenis Tabungan

Di formulir yang diisi, pembuka rekening akan mendapatkan beberapa pilihan terkait jenis tabungan yang akan dibuka. Jasa layanan bank berbasis syariah umumnya mempunyai 2 jenis simpanan tabungan, yaitu wadi’ah dan mudharabah.

Membedakan keduanya adalah dengan melihat bagi hasil pengelolaan uang. Dalam sistem syariat, ada sistem bagi hasil menggantikan sistem bunga seperti bank konvensional. Sistem wadiah, tidak menerapkan sistem bagi hasil. Alhasil, pemilik tabungan tidak akan mendapatkan potongan biaya administrasi serta juga bonus sebagai imbal balik bulanan.

Sementara sistem mudharabah, hampir mirip seperti pemberian bunga tabungan pada bank konvensional. Hanya saja, penghitungannya menggunakan cara bagi hasil. Dengan sistem ini, otomatis nasabah juga akan dikenakan biaya administrasi bulanan.

4. Setoran Awal

Persyaratan berikutnya adalah menyerahkan sejumlah uang untuk setoran awal. Sesuai dengan peraturan yang berlaku di BSI, setoran awal untuk rekening tabungan adalah 100 ribu rupiah. Setoran ini berlaku untuk jenis tabungan apapun. Setelah formulir diisi lengkap, nasabah harus melampirkan fotokopi syarat identitas.

Setelah itu, nasabah mengantri di teller untuk menyetorkan sejumlah uang dengan jumlah minimal sesuai ketentuan setoran awal. Setoran tersebut akan diproses, sekaligus menjadi saldo di rekening yang telah dibuka. Nilai tersebut adalah jumlah minimal, sehingga nasabah boleh saja membuka rekening dengan saldo awal di atas 100 ribu Rupiah.

5. Memilih Jenis ATM

Selain memilih jenis tabungan, nasabah juga diminta untuk memilih jenis ATM. Kartu ATM merupakan salah satu kemudahan yang ditawarkan kepada nasabah, agar tidak perlu mengantri di teller jika ingin menarik uang sewaktu-waktu. Selain itu, dengan memiliki ATM, nasabah juga secara otomatis bisa menautkan rekeningnya ke fasilitas internet atau mobile banking.

Beberapa hal di atas merupakan syarat membuka rekening mandiri Syariah, yang meskipun telah bergeser menjadi BSI, tetap menerapkan syarat yang hampir sama. Nasabah sebaiknya memberikan data dengan jujur dan detail ketika membuka rekening. Hal tersebut agar bank dan pemerintah dapat melakukan pemetaan dengan tepat, terkait kondisi ekonomi masyarakat secara makro.