Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kelebihan dan Kekurangan Deposito Ini Perlu Diketahui Sebelum Anda Berinvestasi

Apa Kelebihan dan Kekurangan Deposito?_Salah satu investasi yang dapat dilakukan untuk menjaga nilai uang adalah penempatan deposito. Setiap nasabah perbankan, dapat mengakses informasi tentang deposito di bank terdekat, termasuk penjelasan tentang kelebihan dan kekurangan deposito. Hal ini penting dilakukan sebelum uang di rekening diendapkan dalam jangka waktu tertentu, sesuai keinginan pemilik dana.

Kelebihan dan Kekurangan Deposito Ini Perlu Diketahui Sebelum Anda Berinvestasi

Kelebihan Memiliki Deposito

Investasi ini sudah lama dikenal oleh masyarakat. Kelebihan dan kekurangan deposito juga sudah banyak diinformasikan. Namun ada baiknya masyarakat kembali mengingat kelebihan apa saja yang dimiliki investasi ini, agar pengelolaan keuangannya tidak terganggu.

1. Suku Bunga Tinggi

Kebanyakan orang memilih penempatan deposito, salah satunya adalah karena suku bunga yang lebih tinggi daripada tabungan biasa. Pada saat pencairan dana, para nasabah akan mendapatkan kembali uang pokoknya, ditambah dengan tambahan sejumlah uang sesuai dengan ketentuan bunga yang diterapkan.

2. Jaminan Keamanan Uang

Hal ini bukan berarti simpanan di tabungan tidak akan aman. Akan tetapi, ada resiko pengambilan dana oleh nasabah yang tidak terkontrol. Jika uang, apalagi dalam jumlah besar, ditempatkan di deposito, maka akan mengendap dalam jangka waktu tertentu. Dengan demikian, secara tidak langsung nasabah mengamankan asetnya di masa depan.

3. Risiko Kerugian Rendah

Layaknya investasi, selalu ada risiko di samping keuntungan yang ditawarkan. Namun demikian, hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan jika menempatkan sejumlah dana dalam bentuk deposito. Jenis investasi ini memiliki risiko gagal bayar yang sangat rendah. Oleh karena itu, deposito banyak digemari oleh investor pemula yang ingin mengamankan asetnya.

Hal berbeda ditemui jika menempatkan investasi dalam bentuk saham atau properti. Selain karena fluktuasi yang sangat dinamis, ada risiko gagal bayar yang besar kepada investor. Hal tersebut karena saham dan juga properti bukan produk asli bank, melainkan melibatkan pihak ketiga sebagai manajemen investasi.

4. Kemudahan Pemantauan Dana

Beberapa jenis investasi menawarkan tingkat pengembalian tinggi, misalnya saham atau reksadana. Akan tetapi, para investornya tidak dapat mengontrol berapa imbalan yang akan diterima jika dana dicairkan, karena fluktuasi harga yang tidak menentu. Penempatan dalam jumlah belum tentu akan mendatangkan keuntungan yang sama, karena pergerakan saham berubah hampir di setiap detiknya.

Lain halnya dengan bunga deposito, dimana nasabah bisa memantau jatuh tempo simpanan, dan menghitung berapa total dana yang akan diterima. Suku bunga deposito sudah ditetapkan sejak nasabah menempatkan dananya. Dengan demikian, nasabah akan mengetahui dengan pasti, berapa suku bunga yang diterapkan untuk simpanannya.

Kekurangan Simpanan Deposito

Selain memiliki kelebihan bagi nasabah, simpanan deposito juga harus dipertimbangkan kekurangannya oleh nasabah. Meskipun berisiko rendah, jenis investasi ini juga mempunyai beberapa ketentuan baku yang tidak dapat ditawar oleh para nasabah.

1. Tidak Bisa Diambil di ATM

Jenis investasi ini hanya bisa diakses melalui bagian khusus di bank. Termasuk juga bila sudah jatuh tempo, nasabah harus menyerahkan bilyet deposito terlebih dahulu untuk pencairan, sehingga tidak serta merta uangnya cair dan masuk ke rekening. Dengan demikian, meskipun memiliki sejumlah dana, namun tidak dapat diakses melalui ATM jika ditempatkan di deposito.

2. Tidak Bisa Diambil Sewaktu-waktu

Ketentuan yang lain adalah bahwa investasi deposito memiliki tenor waktu tertentu. Umumnya, tenor deposito memiliki tenor terendah 1 bulan. Jangka waktu terlama adalah 12 bulan. Dengan demikian, jika uang ditempatkan dalam bentuk deposito, nasabah tidak dapat menarik dananya sewaktu-waktu, melainkan menunggu masa jatuh tempo.

Beberapa kelebihan dan kekurangan deposito tersebut harus diketahui oleh para calon investor dengan bijak, sebelum memutuskan untuk menempatkan dananya. Dengan demikian, para investor tidak akan merasa dirugikan dengan pengendapan dana. Selain itu, berinvestasi pun menjadi aman dan tenang, tanpa risau dengan ketidakterbukaan informasi.